Kisah Nyata Bahaya LGBT

LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) semakin berani unjuk gigi. Semakin banyak pula aksi penolakan, salah satunya dengan menceritakan kisah nyata bahaya LGBT tersebut.

Di berbagai media orang-orang pun mulai menceritakan tentang bahaya LGBT yang terjadi di lingkungannya sendiri. Seperti yang diceritakan oleh Nanda Devi dalam facebooknya.

Nanda Devi

Dari tahun 1995, saya punya studio jahit, karena di dunia fashion selama 10 tahun, saya pernah punya pegawai yang bermacam jenisnya,, salah satunya ada tukang pola saya yang LGBT, saya terima kerja karena memang kompeten. Ga masalah buat saya waktu itu.

Masalah mulai muncul,, saat salah satu pegawai jahit Saya bilang ke saya, bahwa tukang pola itu naksir sama dia, dia emang ganteng,, masih muda..normallah.. singkat kata, dia di kejar-kejar, di rayu-rayu, dikasih duit.. di awal, tukang jahit itu blg amit-amit, ga mau,, gilaaaa.. dll,, tapi you know that? Setelah beberapa bulan dengan gigihnya di dekati, tukang jahit tersebut, jadi pacaran ma tukang pola saya itu.. !

Dan sampai sekarang laki-laki yang normal itu terus jd LGBT. Ah.. masih banyaklah yang saya liat sendiri, saya alamin, ga cuma dengar-dengar dan lagi di ribut-ributin sekarang.

Jadi saya super setuju dengan tulisan dan analisa dan peneliti pakar psikolog, pak Sarlito, siapa bilang mereka ga punya gerakan menularkan? Siapa bilang mereka ga perlu di larang ? Kecuali anda ga masalah kalau anak-anak anda jd seperti mereka... saya saksikan, 20 tahun kemudian dr tahun 1995, sekarang 2016, dan apa yang terjadi 20 tahun lagi?
Soal keimanan? Aah jauhlah... bahasan tersebut menurut orang-orang terlalu absurd, salah ortu lah ga mendidik, salah imannya kuranglah?
Haii... kalo lingkungan kita udah biasa liat yang seperti itu,, walau ortu sudah ajarkan,, tau sendiri kan pengaruh lingkungan seperti apa?

Sekali terjebak, susaaah sekali keluar.. banyak yg mau tobat, tapi ga semudah itu keluar dr gaya hidup kecenderungan LGBT. Mereka itu gigih sekali mengajak yang normal untuk ikut komunitas seperti mereka ,, karena mereka percaya mereka bisa punya pengaruh, terbukti..sekarang.. macam-macam permintaan mereka,, minta di legalkan pernikahan sejenis dll,, nanti apa lagi?
Kalo itu kena pada anak-anak bapak ibuk... gimana? Diam aja..... ? Terima juga sebagai HAM? Ya sudah anak saya seperti itu, terima aja, iyaaa sih terima,, tapi sebelum kejadian dan menerima, masa sih anda ngga mau super usaha utk melindungi anak-anak anda dari jeratan tersebut? Mana insting kita sebagai orang tua yang tau bahwa komunitas spt ini bahaya atau tidak?
Juga,, dari cerita-cerita mereka ke saya , mrk bilang butuh "teman kencan" baru, kalo udah putus ma yang lama, trus dia naksir sama anak anda gimana? Astagfirullah,, yang bilang LgBt biasa aja, support mereka, dll, sumpah,... saya lebih percaya keahlian pak Sarlito yang pakar psikologi drpd anggapan anda yg cuma sok-sok dukung HAM tp kebablasan... ah sudahlah... siap terima aja perubahan jaman yang semakin edan....

Labels: fakta, info, kisah, sosmed

Terimakasih telah membaca Kisah Nyata Bahaya LGBT . Silahkan bagikan...

0 Comment for "Kisah Nyata Bahaya LGBT "

suara21.com. Powered by Blogger.
Back To Top