Renungan Untuk yang Anti Arab

Banyak orang saat ini yang mengatakan bahwa sebagian ajaran agama adalah hanya budaya dari negara Arab, namun ujung-ujungnya adalah penolakan terhadap ajaran agama itu sendiri.

Mereka yang menolak dengan alasan hanya tradisi bangsa Arab mungkin tidak mengetahui bahwa mereka sendiri memegang budaya dari bangsa lain.
Mereka yang mengaku menjunjung budaya bangsa sendiri ternyata malah menjunjung budaya bangsa lain, yang tentu saja bukan dari Arab.

Mereka yang menolak dari Arab ternyata menerima dengan sangat budaya dari barat.

Mungkin status yang dibuat salah satu pesbuker dibawah ini bisa menjadi renungan.

Katakanlah betul ada beberapa representasi budaya Arab pada sekelompok masyarakat Indonesia.

Terus masalahnya apa? Sampai-sampai ada kampanye perlawanan terhadap unsur-unsur budaya Arab? Melanggar undang-undang? Melanggar norma-budaya Indonesia?

Sebagian masyarakat Indonesia pun mepraktikkan unsur-unsur budaya Amerika, Inggris, India, Cina, kenapa tidak ada masalah? Kenapa tidak perlawanan terhadapnya?
Baik. Jilbab itu budaya Arab (Satu sisinya). Lawan. Tapi rok mini kan juga bukan budaya Nusantara atau Indonesia. Kenapa tidak dilawan?

Kearab-araban itu terbelakang. Keamrik-amrikan itu maju. Agar tau saja, suku-suku pedalaman di Kalimantan dan Papua sekarang sudah keamrik-amrikan, karena sering didatangi LSM asing. Jadi keamrik-amrikan sudah jadi pertanda suku terasing.Terus kalau mau mempertahankan budaya Indonesia. Kenapa kebaya cuma dipake pada upacara resmi? Kenapa sanggul ditinggalkan? Kenapa tak dijadikan budaya nyata Indonesia hari ini?

Kenapa menentang poligami? Itu budaya Nusantara. Sejak zaman kerajaan sampai Soekarno. Dan Raden Ajeng Kartini adalah istri keempat Bupati Rembang KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Ayo teladani dia bukan hanya kebayanya setahun sekali.
Poligami ditentang, perkawinan sesama jenis diperjuangkan.

Kalau mau konskuen dengan sikap negatif terhadap budaya Arab, lawan dan basmi sampai tuntas. Termasuk dalam berbahasa. 70 persen kosa-kata bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. Saran saya jangan. Nanti anda susah ngomong dan terpaksa pake Indonenglish yang maha lucu itu.Why on earth you hate me? Wait, 'earth' itu dari kata Arab 'ardh', yang artinya bumi.

Jadi kalo anda memilih berbahasa Inggris untuk menghindari Arab, anda akan berjumpa dengan kata Arab juga. Sugar itu dari kata Sukkarun. Camera itu dari Arab 'Kamara', yang artinya kamar gelap untuk memproses film foto (Penemu kamera adalah ilmuwan Islam klasik Ibnu al-Haitham).
Tapi jangan sampai anda jadi anti kamera. Jadi repot nanti.

You like alcoholic drink? Alcohol itu dari kata Arab alkuhuul. You like coffee? Bukan hanya katanya, tapi barangnya juga dari Arab. Dulu orang Eropa tak mengenal kopi, yang arabnya Qahwah. Orang Islamlah yang memperkenalkan dan membawakan kopi ke Eropa. Cotton, dari kata Arab Qutun. Dan banyak lagi. Capek lah.

Jadi jangan menentang unsur-unsur budaya yang tidak bermasalah dan malah memperkaya budaya kita. Katanya mau gaul. Mau mengglobal. Sejak awal Indonesia adalah adonan budaya India, Cina, Portugis, Arab, Inggris, Belanda. Jadi Indonesia tempo dulu lebih gaul dari orang Indonesia sekarang. Lebih terbuka.Persoalannya bukan budaya arab, amrik, cina atau pribumi. Tapi baik atau buruk. Kalau buruk, meski pribumi, tinggalkan saja.



Sumber :
https://mobile.facebook.com/story.php?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4179397530
Labels: facebook, info, sosmed

Terimakasih telah membaca Renungan Untuk yang Anti Arab . Silahkan bagikan...

0 Comment for "Renungan Untuk yang Anti Arab "

suara21.com. Powered by Blogger.
Back To Top