Kisah Go-Jek Menjaga Korban Serangan Jantung

Ojek Online saat ini sedang naik daun. Di saat sistem transportasi yang belum bisa memuaskan kebutuhan masyarakat, ojek online menjadi salah satu pilihan masyarakat yang dianggap lebih baik.



Terlepas dari pelayanan yang diberikan oleh ojek online, terkadang sikap yang diberikan oleh para driver ojek online memberikan nilai tambah.

Masih teringat ketika terjadi aksi terorisme di Sarinah beberapa waktu lalu, saat itu di media sosial beredar aksi pengendara ojek online yang menyelamatkan korban. Sebuah tindakan yang patut diberikan penghormatan.

Di media sosial masih banyak kisah dan cerita tentang sikap ojek online yang patut diacungkan jempol. Dengan tidak mengurangi penghormatan kepada ojek konvensional atau sistem transportasi non online lainnya, mungkin sikap dan perilaku ojek online lebih terekspose karena penggunanya juga adalah pemakai yang selalu online sehingga lebih mudah tersebar di media sosial atau media online.

Semoga saja perilaku baik akan menjadi contoh bagi yang lain. Bukan contoh untuk mengkultuskan atau menganggap lebih dari yang lain.

Berikut adalah kisah ojek online yang patut diapresiasi dan sedang beredar di media sosial berikut ini.

"HIDUP GOJEK !!!!
Hari kamis malam tanggal 31 Maret 2016 , kawan baik saya meninggal di dalam mobil (dilampu Merah karena serangan Jantung).

Karena mobil tidak maju maju, maka diklakson oleh mobil dibelakangnya , setelah terlihat tidak ada reaksi, seorang pengendara Gojek mengetuk kaca, tidak ada reaksi, akhirnya dia berinisiatif memecahkan kaca tengah .

Pengendara mobil sudah meninggal. Dia lihat di HP nya , penelpon terakhir dan kedua terakhir (anak alm) dia tilpon dan dikhabari bahwa pemilik HP sudah meninggal di TKP.

Ketika kedua kerabat tadi datang , oleh pengendara Gojek, ditanya dulu HP nya, baru kunci mobil diserahkan.

Kata anak alm, mobil ayahnya dilingkari dengan motor gojek dan dijaga oleh orang-orang berjaket Gojek.

Tidak ada satu barangpun yang hilang :
1, tiga buah HP.
2. Dompet dgn uangnya.
3.Cincin dan jam tangan.
Kesemuanya lengkap, Summary, bagaimana Manajemen Gojek bisa memotivasi mereka untuk berinisiatif positif.

Terimakasih pak Gojek yang tidak sempat ditanya Namanya.

Bravo Gojek,
Jeffrey Mulyono .
Labels: info, sosial

Terimakasih telah membaca Kisah Go-Jek Menjaga Korban Serangan Jantung . Silahkan bagikan...

0 Comment for "Kisah Go-Jek Menjaga Korban Serangan Jantung "

suara21.com. Powered by Blogger.
Back To Top