Tanggapan Tokoh Pesantren Atas Kunjungan "kiyai" Hary Tanoe Ke Pesantren



Karena banyaknya pertanyaan yang masuk ke saya terkait foto di atas, maka saya merasa perlu menyampaikan sikap sebagai salah seorang yang diamanati mengasuh sebuah pesantren:

Kedua pemandangan di atas sungguh sebuah ironi. Terlepas dari perdebatan fiqhiyah boleh tidaknya non-muslim masuk masjid, akan tetapi ada bbrp hal yg perlu saya kritisi:

1. Jangan merendahkan diri di hadapan non-muslim, apalagi dengan reputasi pergerakan yang nyata-nyata seringkali melukai hati umat, seperti penyelenggaraan miss word, dsb.

2. Santri perlu dididik tentang makna "izzah" dan"iffah" yaitu kemuliaan jati diri sebagai muslim dan kesuciannya. Ini harus diteladankan oleh kiainya, orang non-muslim spt HT menurut saya tidak pantas dicium tangan. Santri lebih mulia.

3. Lebih miris lagi adalah pemandangan santriwati yang berebut menyalami HT dan menciumi tangannya. Masya Allah, ini pemandangan yang menyayat hati. Selain karena faktor non-muslim, apakah dibenarkan gadis-gadis muslimah yang suci dan mulia itu mengerubuti HT seperti itu? Dimana ajaran dan syariat Islam diletakkan? Sungguh, saya malu sebagai muslim.

4. Jangan mengotori kesucian dan keikhlasan para santriwati itu. Mereka adalah amanah umat yang harus dijaga betul, di saat banyak pula gadis-gadis usia sekolah yang sudah terlibat seks bebas, narkoba dll. Para santri/wati adalah aset mahal yang dimiliki umat.

5. Sementara, di pesantren kami di Gontor Putri, dengan ribuan santriwatinya, kiai pengasuh saja tidak boleh bersentuhan berlebihan seperti itu.

6. Klo soal toleransi dan menghormati tamu, itu soal lain. Tapi tidak sampai sebegitunya. Kami biasa menerima tamu non-muslim, tionghoa, bahkan juga ada yang hindu dsb. Sudah puluhan bahkan tak terhitung lagi. Mereka datang dalam rangka bicara kerjasama yang dinamis. Kami hormati layaknya tamu secara WAJAR & SEJAJAR. Diterima di ruang pimpinan, bukan di masjid, dan santri pun menerimanya secara wajar. AlhamdulilLaah mereka sudah kami pahamkan antara menghormati tamu dan memelihara "izzah" dan "iffah".

7. Tetapi ada juga tamu-tamu non-muslim yang kami tolak datang, karena reputasinya yang sangat kelam; spt pengusaha hitam, peminum berat, tukang judi, dan keburukan-keburukan lainnya. Mohon maaf, klo yang seperti ini tidak bisa kami terima.

8. Akan tetapi banyak pula, bahkan sudah puluhan non-muslim yang datang untuk menyatakan keislamannya. Kami sambut hangat dan disyahadatkan di masjid disaksikan para santri, untuk selanjutnya didoakan dan diberi hadiah karena mualaf. Selanjutnya kami dampingi dengan guru yang akan membimbingnya tentang islam.

9. Inilah wolak-walike zaman. Dibutuhkan kecerdasan, kematangan dan tentu saja keteguhan iman para pemimpin umat, terutama yang mengasuh pesantren.

Eman-eman pesantrennya, ini benteng umat!!!

Ya Allah, tunjukilah kami jalan-Mu yang lurus.

@Anang Rikza Masyhadi
Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Jl. Tazakka No. 2 Desa Sidayu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang Jawa Tengah


(fb/ KH. Anang Rikza Masyhadi)
Labels: info

Terimakasih telah membaca Tanggapan Tokoh Pesantren Atas Kunjungan "kiyai" Hary Tanoe Ke Pesantren . Silahkan bagikan...

1 Comment for "Tanggapan Tokoh Pesantren Atas Kunjungan "kiyai" Hary Tanoe Ke Pesantren "

bertamu, berbagi ilmu dan pengalaman merupakan hal yang sangat positif dan berguna untuk kemaslahatan umat. Dan menerima tamu dan menyambut dengan baik merupakan kewajiban setiap tuan rumah

suara21.com. Powered by Blogger.
Back To Top