Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 13)

Sebuah catatan
Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212
Seri 13



Adzan subuh berkumandang suara indah nan merdu memecah sunyinya malam, memanggil setiap insan untuk bergegas tunaikan panggilan tuhan, wajah-wajah layu dengan kaki dan tangan yang ringkih berbalut lesu satu demi satu bangkit singkirkan hawa nafsu menuju toilet mengambil air wudlu.


Penuh sesak antrian di kamar mandi menjadi pemandangan khas dipagi itu, selang beberapa menit persediaan air habis, jangankan untuk mandi untuk sekedar gosok gigi saja tak setetes air pun mengalir dari kran-kran toilet masjid yang berjejer, saya mencoba ke aula kali aja ada toilet yang airnya aman tapi ternyata kondisinya sama, insting berjalan gimana caranya bisa wudlu?


Terlihat diemperan aula ratusan dus air mineral menumpuk, saya ambil satu dus aqua botol dibawa ketempat yang agak gelap dipojok kanan masjid dan mulai beraksi gosok gigi wudlu dan yang lainnya kira kira habis 5 botol semuanya beres, bergegas masuk masjid, imam saat itu kiayi Maksum lagi baca Fatihah, saya kebagian dishaf paaling belakang lanjut ke rokaat kedua qunut najilah panjang dibaca, seraya memohon pertolongan Alloh akan nasib kaum muslimin yang teraniaya di Palestina, Suriyah dan Myanmar, dan seluruh mujahidin diseluruh dunia, amiin amiin dibacakan dengan suara lirih nan perih menjiwai isi doa, tak terasa air mata hangat meleleh dipipi, yaa robb kabulkan semua harapan kami, tunjukan kebesaranmu tolonglah saudara kami teguhkan iman kami berikan kekuatan pada kami agar kami bisa menolong hamba yang lemah dan terdolimi, selepas salam kami bersalaman satu sama lain sebagai pengikat jiwa perekat ukhuwah


Beres sholat dilanjutkan pengarahan, semua peserta longmarch harap persiapan untuk mengemas seluruh barang bawaan dan berkumpul di aula utama perum perhutani, begitu masuk ruangan ribuan nasi bungkus untuk sarapan pagi telah tersedia, subhanalloh rizqi begitu mudah Allah datangkan lewat tangan tangan manusia beriman, tak terbayang jam berapa mereka bangun berapa puluh orang yang terlibat dalam penyediaan nasi bungkus untuk ribuan orang subhanalloh walhamdulillah, korlap diberi arahan agar memberikan himbauan kepada semua peserta untuk melakukan kebersihan sampah diarena aula dan sekitar masjid, sehingga kita tidak meningalkan jejak sampah sedikitpun.


Ketika kita sibuk kegiatan kebersihan, seseorang datang menemui,
“assalamuaalaikum ustad?”
“ Waalaikum salam,,,”
“kenalkan saya dari MQFM,,”
“ ohh iya jazakumulloh,,”
“ ustadz, ini Aa Gym mau bicara,”
“baik mangga,”
handphone aktifis DT itu diberikan pada saya, diujung handphone, Aa Gym bicara,
“assalamualaikum kang?”
“ Waalaikumsalam, Aa..”
“gimana kabarnya?”
“Alhamdulillah baik Aa..”
beliau melanjutkan dialog dengan saya dalam kajian subuh yang disiarkan live di MQFm selama 5 menit, dialog berahir dengan ending yang sangat mengesankan, saya dan korlap bergegas menuju ruang aula dimana santri sudah siap siaga kembali.


Zieguz Maliex memulai dengan arahan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, dilanjut oleh Deden Badrul Kamal memotivasi peserta untuk terus menggelorakan semangat Aksi Bela Islam, giliran saya kasih penjelasan lanjutan aksi jalan kaki, pekikan istaidduuu!!! Serempak dijawab "labbbaik”, sampai beberapa kali sehingga api semangatnya naik sampai seratus derajat, takbiirrr,,, Allohu Akbar Allohu Akbar, gemuruh penuh seisi ruangan hampir saja langit langit aula runtuh saking kerasnya gelora takbir para peserta .


Pertanyaan lanjutan sebagai bahan evaluasi selalu dilontarkan bagi seluruh peserta,
“Apakah kita siap satu komando?”
“ Siaap”
“Apakah masih kuat kaki kaki kalian?”
“Kuaaat”
“Apakah masih semangat untuk terus berjalan?”
“Semangaat “
“Apakah masih lurus niyat kalian?”
“ Luruuuussss”
Takbiirr Allohu Akbar, lagi lagi dan lagi kata kata itu menjadi penyemangat setiap langkah perjuangan.


Mimbar diserahkan ke haji Epung pengatur dan arsitek lapangan, disitulah kita memulai menyortir peserta yang kondisinya sudah sangat kelelahan dan kakinya sudah pada lecet diputuskan naik bus menuju Jakarta karena dari semalam, 12 armada bus sudah standby disekitar perum perhutani, kafilah yang naik bus dipimpin haji Agus dan mama Golangsing sebutan lain dari Deden Badrul Kamal, dan yang lainnya melanjutkan jalan kaki dibawah komando saya, kiayi Titing, kiayi Syarif dan kiayi Ma'sum, beres acara pengarahan ditutup doa oleh kiayi Titing.


Peserta jalan kaki yang tersisa sekitar 2500 orang berjalan keluar ruangan berbaris tiga-tiga memanjang, mobil komando sudah siap didepan dan nasyid Aksi Bela Islam nyaring terdengar, perjalanan dimulai kembali saya masih bertahan ditempat karena wartawan CNN minta wawancara selama LIMA menit, saya layani dengan baik disertai mimik muka semangat dan closing statemen
"bahwa jalan kaki dilanjutkan agar semangat ruhany ummat untuk bergerak dan bangkit bersama terus berkobar diseluruh pelosok nusantara"
pekikan takbiir menjadi kata terahir wawancara.


Saya kembali ke ruangan untuk memastikan peserta yang naik bus berangkat semua, tim logistik Deza Azra Aurora sibuk mengemas logistik yang melimpah ruah seisi ruangan, sesudah beres pendelegasian tugas saya menyusul rombongan pejalan kaki untuk melanjutkan longmarch kembali,,,

Bersambung,,

#save aceh
#bersyukur timnas menang
# terus gelorakan semangat Indonesia

(KH. Nonop Hanafi)
Labels: 212, islam, kisah

Terimakasih telah membaca Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 13). Silahkan bagikan...

0 Comment for "Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 13)"

suara21.com. Powered by Blogger.
Back To Top