Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 14)

Sebuah catatan
Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212
Seri 14




Waktu menunjukan pukul 08.00 pagi perjalanan terus berlanjut menyusuri jalan Soekarno Hatta Bandung, antrian pejalan kaki semakin bertambah karena banyaknya yang bergabung disetiap titik sehingga kehebohan terjadi disepanjang jalan yang terlewati


Orasi dimobil komando terus dilakukan oleh kiayi Fatah bergantian dengan yang lain sedangkan saya dan adik saya Epung sudah tidak kuat lagi bersuara karena serak yang makin parah kalaupun dipaksakan serasa sakit ditenggorokan, pada akhirnya nasyid Aksi Bela Islam dan nasyid wahai mujahid karya HAmka lebih banyak mengiringi perjalanan kami.


Kami para kiayi tetap berada pada garis depan dalam memimpin longmarch dengan tujuan agar semangat peserta tidak pernah kendor dan ingin memberikan pendidikan nyata bahwa pemimpin harus bertanggung jawab dalam segala hal dan berani mengambil resiko sepahit apapun demi kepentingan ummat yang lebih besar.


Terik Matahari mulai menyengat ke sekujur tubuh namun tiba tiba awan menyelimuti langit kota Bandung, kiayi Titing menoleh ke arah saya sambil berkata
" insya Alloh perjalanan kita ini diridhoi oleh Alloh "
" kenapa emang kang? "
"Tanda tandanya jelas awan melindungi kita sepanjang perjalanan ini dan itu bukan faktor kebetulan semuanya atas seidzin Alloh " ujar beliau, saya tertunduk sambil berjalan sesekali menatap ke atas sambil berkata
" ya Robb berkahi perjalanan kami dan mohon jaga dan bimbing kami agar hati ini tetap lurus demi membela agamaMu.


Sepanjang perjalanan masyarakat terus menyemut menyambut dengan pekikan Allohu Akbar plus makanan dan minuman menumpuk namun lagi lagi mobil tak muat lagi membawa loghistik begitu banyak sampai ada ibu-ibu sambil menangis kepengen makanan itu dibawa kalaupun merasa ringkih makanan itu dibawa juga kita menghargai maksud baik pengorbanan saudara seiman, Subhaanalloh tabaarokalloh, sampailah kita didaerah sekitar buah batu rombongan ada yg nyegat, bapa bapa yang pakai baju batik korpri mengampiri saya,
" pa maap kepala kemenag kota Bandung Drs.H.M Yusup ingin bertemu" kata bapa tersebut,
oohh iya itu teman saya, begitu ketemu dengan kami langsung kepala kemenag merangkul kami sambil sesenggukan menahan tangis haru, agak terbata bata beliau berkata
"terima kasih, salut luar biasa kiayi dan santri ciamis telah menyadarkan kami arti sebuah perjuangan dan pengorbanan", beliau melirik pegawai yang dibelakangnya sambil isyarat, ibu-ibu yang dibelakang menghampiri saya
" pa ini ada rizqi sedikit untuk bekal dijalan hasil urunan pegawai kemenag Bandung"
sambil terharu saya ucapkan terima kasihh, tak henti hentinya keajaiban dan pertulungan Alloh datang secara tidak disangka, saya memanggil kiayi Endang yang jalan dibelakang untuk menyimpan setiap amanah ummat ini.


Sudah hampir empat jam kami berjalan kaki mulai terasa pegal lutut terasa nyeri perut sudah mulai keroncongan, handphone disaku celana berdering sengaja nada deringnya diset nasyid Untukmu para mujahid biar iramanya menambah motivasi semangat jihad, saya liat nomornya tidak dikenal begitu dipijit tombol terdengar seseorang berbicara;
"Assalamualaikum pa kiayi?"
" Waalaikum salamm"
"Ini saya dari aktifis Salman ITB mau konfirmasi dimana istirahat??"
"Insya allah kita akan istirahat dimesjid pertigaan cibeureum pa, ada APA pa?" Tanya saya
"Ini saya sudah menyediakan 4000 Paket nasi untuk makan siang pa,"
"oohh terimakasih jazakumullohhh", lagi dan lagi saya menangis,, baru saja perut terasa lapar, Alloh sudah langsung kirim jawaban lewat hambanya untuk jamuan makan siang " nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kalian bohongkan????"


Tidak lama berselang sampailah kami dipertigaan cibereum sebelum masjid kaum ibu-ibu dari majlis ta'lim menyemut menyambut kami pada menangis sesekali ambil photo kami, pimpinan majlis ta'lim memasukan amplop ke saku kami sambil berujar
" ini amanah dari ibu-ibu MT untuk mujahid Ciamis"
" jazajakumulloh ibu,, semoga berkah " saya menimpali, mulut ini sudah kehilangan kata kata untuk sekedar mengucapkan terima kasih, yaa Robb apakah ini ni'mat atau istidraj??? Ujian manis datang bertubi tubi pada kami apakah kami sanggup menjadi hamba yang bersyukur atau malah kami menjadi kufur?? Begitulah gejolak bathin saya saat itu.


Sampailah kami di mesjid cibeureum berbarengan dengan adzan dhuhur semua rebahan dipelataran dan emperan mesjid, saya umumkan kita hanya istirahat satu jam dan dipersilahkan untuk ngambil wudhu terus solat berjamaah duhur jama qosor dengan asar sekaligus, namun sebagaimana biasa baru sepuluh menit dimesjid seorang peserta melaporkan air ditoilet masjid habis, akhirnya kita yang belum wudhu terpaksa wudhu dengan air mineral, qomat dikumandangkan bertindak sebagai Imam kiayi Titing. Selepas solat berjamaah kita rebahan didalam mesjid sambil ngobrol ringan, tiba tiba dari belakang ada yang baca salam,
"Asalamualaikum pa kiayi? "
"Waalaikum salam "
"Pa saya yang tadi nlpon, saya dari aktifis Salman ITB sudah menyediakan makan siang untuk para mujahid "
"oohhh baik akhi jazakumullhh" jawab saya
"Pak saya sengaja dari aktivis Salman nyembelih satu ekor sapi dan empat ekor domba disembelih sendiri dan dimasak sendiri oleh aktivis Salman kami belum tidur, kami ingin ambil bagian bersama kafilah mujahid Ciamis dan berharap Alloh mencatat kami termasuk anshor bagi para Mujahid"
Saya terdiam agak lama saya pegang tangannya lama sekali, sambil berurai air mata disaksikan para kiayi saya katakan
"baarokalloh hayyakalloh bilistiqomah,," kita berangkulan dan peserta antri ngambil nasi kotak semua lahap menikmati sajian santap siang hadiah terindah aktivis Salman ITB.


Bersambung,,,
#save aleppo

(KH. Nonop Hanafi)
Labels: 212, islam, kisah

Terimakasih telah membaca Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 14). Silahkan bagikan...

0 Comment for "Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 14)"

suara21.com. Powered by Blogger.
Back To Top