Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 15)

Sebuah catatan
Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212
Seri 15




Jam dinding didalam mesjid menunjukan pukul 13.00, semua peserta longmarch sibuk membereskan kotak bekas dan sisa makanan, saya instruksikan ketua korlap untuk mengumkan semua peserta diharap masuk mesjid untuk pengarahan dan taujih robbani dari pimpinan dan para kiayi.


Namun kang Fatah yang bertugas dimobil komando melaporkan bahwa speaker rusak dan tidak bisa lagi orasi, saya ambil keputusan cepat untuk membeli speaker yang baru kebetulan tidak terlalu jauh dari mesjid ada toko elektronik, setengah jam berlalu suara dimobil komando berbunyi lagi dan peserta diarahkan masuk mesjid.



Bersamaan dengan masuknya peserta kemesjid, seorang wanita mencegat saya,
"pak mohon maaf bisa wawancara sebentar???"
"oh iya bisa mba, mba dari media apa?"
Tanya saya agak selektif, karena saya kurang srek ke hati kalau yang minta wawancara dari media tertentu yang framing beritanya selalu menyudutkan Islam,
"saya dari INews TV pak" jawab wartawati sambil tersenyum,
"oohh iya baik,"
wawancara berjalan selama lima menit dan pertanyaannya selalu hampir sama, berapa jumlah peserta jalan kaki sampai dititik ini? Bagaimana kondisi kesehatan peserta? Sampai dimana akhir jalan kaki ini? Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan tuntas lugas kalaupun suaranya sudah semakin kecil karena serak.


Saya bergegas masuk mesjid semua peserta sudah menunggu agak lama, micropon mesjid yang berada diatas mimbar dihidupkan atas idzin pengurus mesjid sebelumnya, kiayi Ma'sum yang memulai kasih pengarahan
"wahai saudaraku insya Alloh perjalanan ini diridhoi oleh Alloh, untuk itu jangan pernah ragu dalam melangkah Alloh bersama kita"
pekik takbir Allohu Akbar bergemuruh seisi mesjid bulu kuduk terasa berdiri terbawa aura semangat dan keagungan Asma Alloh,


Microphone berpindah tangan pada kiayi Syarif tanpa banyak mukodimah beliau langsung menukik ke pengarahan inti
"bagi peserta yang niatnya sudah berubah tidak lagi lillah silahkan mundur dari rombongan karena hanya akan mencederai missi perjuangan kita dari awal"
peserta semua hening tak ada satupun yang bersuara, kiayi Syarip melanjutkan pembicaraannya
"kalau kita siap satu komando satu langkah perjuangan mari kita lanjutkan lanngkah suci untuk membela Alquran ini"
semua peserta menjawab serempak "siaapp Allohu Akbar.


Giliran saya ngasih arahan suara udah semakin kecil, mulai atur intonasi agar tidak terlalu bertenaga
"para santri dan saudaraku sekalian alhamdulillah kita telah diberikan arahan oleh komandan komandan kita mohon dicamkan sebagai bahan pegangan kita dalam perjalanan, saya melihat kalian semua sudah mulai kelelahan dan kecapain, apakah perjalan ini akan kita lanjutkan?"
" Lanjuuuuttt," jawab peserta,
"takbiirrr,"
"Allohu Akbar, "
"mohon kita resapi bersama bahwa perjuangan kita untuk membela Al Quran belum ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan Rosululloh dan para Sahabatnya, jalan kaki kita belum Ada apa apanya dibandingkan dengan jalan kaki Rosulullah waktu hijrah dari Mekkah menuju Madinah, Rosul dikejar kejar musuh kita malah disambut bak pahlawan, Rosul dilempari batu dan kotoran onta kita malah dikasih minuman dan makanan, Rosul dituduh orang Gila dan sakit jiwa kita malah disebut mujahid,"
suara saya semakin serakk, saya teetunduk terbawa suasana, peserta merunduk banyak yang meneteskan air mata.



Diakhir arahan, peserta diminta untuk mengangkat kepalan tangan,
"siap satu komando?"
" Siaaap"
"lanjut apa mundur?"
"Lanjuut,"
"istaidduuu!!! "
"Labbaikk, "
"takbiir!"
"Allohu akbar..."
Stamina dan semangat semuanya kembali bergelora, kiayi Titing didapuk untuk membawakan doa sebelum berangkat semuanya khusyu dan mengangkat tangan seraya memohon diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menuntaskan misi perjalanan ini.


Pukul 14.00 rombongan mulai berangkat meninggalkan mesjid Cibeureum menyusuri jalan protokol menuju arah Cimahi, cuaca saat itu adem sekali langit berawan menaungi perjalanan kami, sesekali hujan gerimis turun membuat suasana perjalanan semakin sejuk, kiayi Titing yang jalan bareng didepan menoleh ke arah saya
"Allah bersama kita lihatlah langit berawan hujan gerimis turun ini pertanda baik"
"iya kiayi mudah mudahan saja, " kata saya sambil terus mengayunkan langkah penuh semangat.



Disepanjang jalan kiri dan kanan ribuan manusia menyambut hangat, pekikan takbir bersahutan sambung menyambung, ada yang sibuk mengambil vidio, ada yang bagi bagi makanan dan minuman, ada yang berlari lari kecil mengikuti gerak langkah kami sambil ngasih uang ke peserta, Polisi yang mengawal kami dan ikut berjalan disamping kami ruhnya terbawa suasana kebatinan masyarakat yang bergetar oleh energi iman, kelihatan roman mukanya sendu dan Air matanya meleleh di pipinya, subhaanalloh walhamdulillah wallohu akbar, sentuhan iman itu laksana gelombang lautan ia bagaikan air bah bisa menggerus apa saja yang dilewatinya tanpa pandang bulu.


Dua jam perjalanan sudah ditempuh kelihatan para peserta belum menunjukan wajah wajah lelah namun mobil patwal dari kepolisian membelokan arah peserta menuju masjid kaum Cimahi, saya bertanya
"kenapa belok pak?"
"oohh masyarakat kota Cimahi ingin menjamu rombongan dipelataran Masjid pak "
"ooh iya baik kalau begitu,"
dan semua peserta berjalan sesuai arahaan dari patwal kepolisian.


Ditikungan jalan arah menuju masjid tiba tiba ada seseorang menyapa kami dia langsung merangkul sambil menangis kutatap wajahnya ternyata dia sahabat lama waktu dipondok dulu, Acep Aminudin namanya dia sekarang mimpin pesantren di Bandung Barat, ku pegang erat tangannya haru sedih bangga gembira bercampur aduk menjadi satu, tak Ada sepatah katapun yang terucap hanya deraian air mata yang menjadi bahasa komunikasi antara kami berdua, kami beriringan menuju masjid kaum Cimahi untuk sekedar istirahat dan menikmati jamuan masyarakat.


Bersambung
#save aleppo
#save Rohingya
#save Palestina
#save aceh
#jaga dan terus gelorakan sepirit 212
#yakinkan "masa depan milik islam
#tangkapAhokborokokok
#indonesiadaruratAsingAseng

(KH. Nonop Hanafi)
Labels: 212, islam, kisah

Terimakasih telah membaca Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 15). Silahkan bagikan...

0 Comment for "Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 15)"

suara21.com. Powered by Blogger.
Back To Top