Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 9)

Sebuah catatan
Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212
Seri 9



Waktu menunjukan pukul 07.30 Rabu pagi rombongan panjang dengan semangat juang membara berjalan menyusuri jalan protokol Cicalengka, masyarakat sudah berjejer dipinggir jalan menyambut kedatangan kami, tak henti-hentinya pekik Allohu Akbar diteriakan oleh setiap orang yang berpapasan dengan kami, tumpukan makanan dan minuman hampir merata disetiap jalan, mereka semangat sekali membagi bagikan botol minuman pada peserta, namun saking melimpahnnya rezqi kami arahkan bantuan masyarakat ke mobil dibelakang,

Sudah hampir 5 truk dan lima mobil bak terbuka penuh dengan makanan, bahkan ada juga pedagang pasar Cicalengka yang membagi bagikan sendal jepit pada peserta, lagi lagi keharuan keterkejutan dan kejadian yang tanpa diduga sebelumnya nampak nyata didepan mata, yaa Alloh begitu mudahnya engkau membolak balikan hati manusia sampai mereka tertarik dengan magnet Alquran rela mendermakan apapun yang dimilikinya hanya karena sentuhan imam,

dua jam jalan kaki telah dilalui, polisi yang menjaga dan mengatur perjalanan kami memberhentikan mobil komando dipertigaan jalan semua peserta istirahat sebentar sambil menikmati makanan dan aneka minuman yang melimpah ruah, perut kami pun sudah tidak bersahabat


Terlihat disela sela tumpukan kardus ada ratusan kotak nasi tersedia, Deza Aurora adik perempuanku sebagai ketua logistik sibuk membagi-bagikan makanan, padahal anaknya yang masih bayi ikut dimobil pengantar bersama pengasuhnya, tadinya saya mau makan namun tertegun melihat semangat wanita tangguh yang tak kelihatan lelah sedikitkun mengawal logistik sedari awal perjalanan tak terasa air mata meleleh sambil berkata didalam hati,, “ya robb terimalah lelah dan capenya begitu hebat pengorbanannnya sampai tak peduli lagi bayi umur satu tahun ikut dibawa dalam perjalanan ini,,”

saya kembali fokus ke kotak nasi begitu mau dibuka didus kotak warna putih ada tulisan yang membuat hati jadi tertegun
"wahai para mujahid kakiku tak sekuat kakimu,, terimalah derma kecilku sebagai wakilku menyertai langkahmu semoga lelahmu menjadi lillah"
tak kuat lagi perasaan ini air mata tak terasa meleleh dipipi, ya robb engkau telah sebarkan rasa kebersamaan ummat ini untuk bangkit bersama, saya tak jadi makan kenyang sudah bathin ini dengan ghiroh ummat yang tumbuh kesadarannya,


Satu jam istirahat dipertigaann H Agus Malik mengumumkan dimobil komando perjalanan dilanjutkan, awas jangan meninggalkan sampah sedikitpun media sekuler mengintip kelemahan kita, begitu ujar Zieguz Maliex dimobil komando, semua peserta berbaris tiga tiga kebelakang, agar tidak mengganggu lalulintas kendaran kita bentangkan tali rapia sebagai pagar peserta longmarch tidak keluar jalurr, perjalanan dilanjut kami bertiga kiayi Syarip, kiayi Maksum, kiayi Titing sepakat berjalan paling depan, sepanjang jalan sambutan manusia semakin meluber ke jalan, anak anak sekolah tumpah ruah menyambut kami, sepanduk bertuliskan "selamat datang para mujahid kami bangga dengan kalian"
ada anak-anak sma yang dipimpin langsung oleh guru gurunya memakai seragam batik setelan bawahan samping batik has Bandung kelihatannya sengaja dipersiapkan menyambut kafilah ini, Allohu Akbar Allohu Akbar teriak mereka seolah olah mereka katakan rasa kami sama kerinduan kami sama nasib kami sama namun kami tak bisa seperti kalian begitu kira2 terjemahan raut wajah yang tampak dihadapan kami, saya melirik ke kiyai Syarip berulang kali beliau menyeka air mata sambil berkata
"hal baru seumur hidup saya mendapatkan rasa yang aneh ini'
kiayi Tiring dan kiyai Maksum pun sama wajahnya penuh dengan urai air mata, kami terdiam sambil terus melangkah, nasyid aksi Bela Islam terus bergema sepanjang jalan, menambah suasana makin haru tak terelakan.

Suara handpon terus berbunyi nomornya semua tidak dikenal, saya angkat dan dijawab satu persatu dan pertanyaannya hampir sama, pa rombongan sudah sampai mana,, kami mau menyambuutt??? Dijawab sesuai dengan posisi pada saat itu,, ku lihat pesat SMS penuh menawarkan bantuan logistikk,, pesan WA ratusann semuanya bertanya, ini pimpinan kafilah Ciamis yaa? Dijawab iya pa,,, iya buuuu,,, Sebagian dijawab sebagian tidak terjawab saking banyaknya,

seorang santri yang berjalan dibelakang tiba-tiba dicegat ibu yang berdiri disisinya dua anak perempuan belia,,, ibu itu berkata,,,
“de ibu engga bisa ikut,,, anak saya kedua -duanya suruh ikut aja sama ade yah jalan kaki!!! Ibu ridlo ade dijadikan mantu ibu,,,,” he he saya agak kaget sambil tertawa kecil begitu dahsyat pesona peserta jalan kaki bagi kaum ibu sampai rela anaknya dipinang, saya berkata dalam hati jangankan diakhirat didunia saja balasannya begitu hebat,

telepon berdering lagi terlihat namanya muncul Ummu Shofwa istri saya yang bertugas jadi kiper menjaga pondok, begitu diangkat,,,
“buuuu (panggilan istri pada saya Abu) saya sakitt,”
terkejut bukan main, “sakit apa?” Tanya saya,
“meriang tapi begitu diperiksa tadi pagi ke Dokter, kata dokter fositif hamilll,,,”
Allohu Akbar, berita gembiara datang dari berbagai arah calon mujahid baru, kata saya,” oohhh alhamdulillah muu sehat dan baik-baik ya dirumah,,” jawabku,,,
saya menoleh ke kiayi Syarip sambil jalan,,
“kang istri hamil,,,,”
kiayi Syarip tersenyum sambil berkata " nanti kalau lahir kasih nama mujahid 212,,,”
“hahahah..” saya tertawa lebarr,,
Subahanalllohh warna warni cerita tersaji dalam langkah ini .


Tidak lama terdengar kumandang Adzan Duhur kami berembug sambil jalan. dimana kita berhenti?,,, belum sempat ada yang jawab polisi lalulintas membelokan arah rute masuk ke kiri ke aula Almaksum, seseorang memberitahukan bahwa gubernur, kapolda dan pangdam 3 siliwangi menunggu rombongan di rumah makan Sukahati,,, semua istirahat diruangan terbuka yang sangat luas,,, hujan turun rintik rintik mengiringi istirahat kami, ,,,


Bersambung..
#save aceh

(KH. Nonop Hanafi)
Labels: 212, islam, kisah

Terimakasih telah membaca Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 9). Silahkan bagikan...

0 Comment for "Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 9)"

suara21.com. Powered by Blogger.
Back To Top