Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 10)

Sebuah catatan
Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212
Seri 10



Jam 12 .00 semua kafilah peserta longmarch rebahan diaula Almaksum, yang luas dan bersih, kelihatan siswa-siswa smk Almaksum atas intruksi pimpinannya menyapa kami dengan ramah sambil membagi bagikan jeruk segar kesetiap peserta satu persatu disisipi senyum ramah membuat bahagia setiap orang yang melihatnya,,, hati membayangkan bagaimana indahnya disyurga nanti tatkala penduduk syurga dijamu oleh bidadara dan bidadari syurgawi yang kecantikan dan kegantengannnya takkan bisa dibayangkan didunia,, lamunan tiba tiba buyar tatkala suara pengumuman dari mobil komando
"semua peserta diharap menuju rumah makan sukahati yang berada disebrang jalan"
buru buru saya bersuara dengan keras,
“wooyyyy itu intruksi siapa,,,” pada orang yang berbicara dimobil, karena tidak dikenal juga bukan peserta dari Ciamis,,,
“oohh saya dapat telepon dari kiayi Maksum kang,,,” begitu jawabnya,,,,
“baik kalau begitu,” saya ambil miceropon,
“kepada peserta yang sudah solat Duhur silahkan naik penyebrangan untuk menuju Sukahati,,, karena tempatnya sempiit sebagian silahkan solat dulu jangan lupa jama qosor, “


Sejam berjalan kiyai Maksum nelpon, “kiayi ditunggu disini!!!”
“ Baik kang saya kesana,”
dibawah guyuran hujan kami nyebrang jalan naik ditangga jembatan penyebrangan lutut terasa mau copot saking pegelnya, tidak berapa lama kami sampai di RM Sukahati,

peserta longmarch sudah duduk berbaris rapi dihalaman RM Sukahati, saya menuju ke beranda depan disana sudah menunggu kiayi Syarip dan adik Zieguz Maliex serta kiayi Maksum, pas mau duduk terdengar serine mobil patwal pejabat yang datang, lirikan mata fokus pada yang datang dan ternyata gubernur Jawa Barat kang Aher, Pangdam 3 Siliwangi serta Kapolda Jawa Barat turun dari mobil, peserta sepontan menyambut dengan takbir kelihatan kang Aher tersenyum sambil melambaikan tangan sesekali mengepalkan tangan sambil bertakbirr,, memberi semangat pada rakyatnya, semakin mendekat pada kami bertiga kang Aher salaman plus cipika cipiki,,,
" gimana sehat?”
“ Alhamdulillah kang” jawab saya,,,
gantian salaman dengan Pangdam dan Kapolda, panitiya yang nyambut disukahati rupanya sudah mendisain acara, kami kepala kafilah bertiga dibawa ke ruang lobi diikuti puluhan awak media, sehingga ruangan yang kira2 6x3 meter itu penuh sesak, disana sudah tersedia meja panjang dikelilingi sepuluh kursi, kami bertiga tidak kebagian duduk karena kelihatan banyak orang yang tidak berkepentingan ikut duduk dengan pejabat, otomatis kami berdiri saja, hehee biasaa udah hangat beritanya, acara dialog dibuka tapi kang Aher memotong pembicara,
" nanti dulu mana pimpinan kafilah?? duduk disini !” pintanya,
akhirnya kami bisa duduk dekat Pangdam 3 Siliwangi, kiayi Syarip berada disebelah Kapolda, kiayi Maksum dan kiayi Kohar duduk dengan kang Aher,


dialog dimulai,, kang aher membuka
" silahkan kiayi Nonop gimana Langkah selanjutnya ?”
dengan lugas saya ceritakan asal muasal kronologi santri ciamis jalan kaki, dari mulai ummat Islam merasa diteror psikologi dengan sebutan makar bagi aksi ABI 3, moda transportasi diintimidasi, ulama dipecah belah, dan ujungnya salah satu ormas Islam mengeluarkan fatwa tidak sah sholat Jumat dilapangan dari situlah kami berijtihad untuk melakukan penetrasi memecah kebuntuan dan keterkungkungan kebebasan ummat untuk menyatakan hak berpendapat dimuka umum dengan jalan kaki sebagai bentuk protes sosial pada aparat, begitu gamblang dan terang benderang saya ngomong, kelihatan kang Aher tersenyum bangga dengan kami hehe, sorot mata Pangdam menatap tajam pada saya, saya balas dengan senyum, pa Kapolda nyimak dengan serius namun kentara dihatinya menyimpan sesuatu yang sampai saat ini belum tersibak, kang Aher memberikan komentar,,
" euu,, saya sangat mengapresiasi gerakan santri yang dipimpin para kiayi Ciamis jalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta dan banyak mendapat sambutan hangat masyarakat dan bisa jadi inspirasi muslim yang lainnya untuk melakukan hal yang sama,, namun harus realistis kalau ini dilanjutkan menimbang jarak tempuh dan waktu yang tersisa kayanya tidak akan sampai ke Jakarta jadi saya ngasih saran baiknya perjalanan dilanjutkan dengan bus,,”
saya hanya ngangguk tidak sepatah katapun yang terucap, giliran pangdam bicara
" kiayi Tentara saja kalau satu hari sudah jalan 46 km itu harus dihentikan, karena tidak baik bagi stamina tubuh,, saya menimpali "
“berarti kekuatan fisik santri dan kiayi lebih hebat dari tentara,,,”
semua yang hadir tertawa, Pangdam menepuk bahu saya,, giliran kiayi Kohar bicara
" bapa bapa mumpung semua ada saya minta pa Kapolda memberikan statemen jelas dan diumumkan dihadapan wartawan bahwa pelarangan bus dicabut,” sebelum Kapolda menjawab, kang Aher memotong pembicaraan, begini saja kita langsung saja ngobrolnya diluar ruangan dihadapan peserta agar tidak terjadi pandangan negatif, akhirnya kita semua pindah keluar, santri menyambut dengan gemuruh takbiirr.


Kita semua duduk dikursi yang telah disediakan dibelakang panggung sederhana menghadap ke peserta, Kapolda yang pertama naik pòdium dia berikan statemen bahwa tidak ada lagi larangan bus angkutan didaerah, giliran saya naik pòdium pekik istaidduu,,, labbaik serempak menjawab, takbiiir,, Allohu Akbar gemuruh membahana menbakar semangat seolah olah momentum ledakan ghiroh Islam mulai naik suhu dan temperaturnya, ucapan terimakasih terucap bagi para pemangku kepentingan Jawa Barat namun saya katakan keputusan lanjut atau tidaknya akan diputuskan bersama para kiayi yang lain, karena jujur sejak awal kita jalan kaki sampai Jakarta agar gerakan ini menjadi pemantik semangat dan ghiroh Islam seluruh indonesia, takbirr menggema berkali kali, kang Aher menggantikan naik ke pòdium beliau mengapresiasi santri dan kaiyi Ciamis, beliau katakan “sebagai Gubernur saya bangga dengan kalian,,”
“Allohu Akbar” santri menyambut, acara beres kita foto selfi bersama membelakangi peserta sambil bergandengan tangan, pa Pangdam menepuk pungung saya “kiayi motipator hebat,”
saya katakan “itu belum apa apa pak Pangdam kalau saya keluarkan bisa meledak indonesia hahhaha” sedikit naik kata katanya,
“ah bisa aja” celoteh Pangdam,, gubernur dan rombongan keluar arena meninggalkan kami, saya dan kiayi masuk rumah makan hidangan tersedia kiayi Agus Malik mengatur pembagian makan siang santri diluar.

hari itu setengah perjuangan telah dimenangkan, ternyata didalam ruangan awak media menunggu untuk konfirmasi keputusannya, namun karena lapar saya dan kiayi yang lain santap siang dulu dan wartawan sabar menunggu, Ada lagi tamu sepesial kami menunggu dipojok ruangan,, siapakah beliau??????...

Bersambung


(KH. Nonop Hanafi)
Labels: 212, islam, kisah

Terimakasih telah membaca Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 10). Silahkan bagikan...

0 Comment for "Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 10)"

suara21.com. Powered by Blogger.
Back To Top