Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 18)

Sebuah catatan
Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212
Seri 18



Setelah melakukan briefing dengan supir dan konektur bus, bergegas kembali menuju Masjid Al Irsyad namun langkah terhenti ketika ada suara yang memanggil dari arah belakang,
“pak... Pak.. tunggu,”
saya menoleh ke belakang nampak ada bapa-bapa yang kulit wajahnya sudah mulai keriput menghampiri.


Beliau memegang tangan saya sambil gemeteran,
“ini betul pimpinan jalan kaki Ciamis?”
“Betul pak..” jawab saya pada sibapa,
"oohh alhamdulillaahh bisa ketemu disini" kelihatan wajah si bapak ada rona bahagia tak terhingga.


Si bapak memeluk saya dengan kuat sambil menangis, muncul pertanyaan didalam hati
"Ada apa gerangan dengan bapak ini?”
Agak lama memeluk, beliau melepaskan tangannya, sambil kutatap wajahnya saya bertanya
"Ada yang bisa dibantu pak?”
“Begini pak ajeungan, bapak teh penjual singkong keju, bapak merasa bangga dengan perjuangan santri Ciamis, bapak ingin ikut berkontribusi alakadarnya sekemampuan bapak”


Sambil mengeluarkan kantong plastik warna hitam dari jaket yang udah lusuh si bapak berbicara agak terbata-bata,
"pa ajeungan ini hasil jualan singkong keju seharian, semuanya ingin bapak berikan untuk santri Ciamis, bapak rela keluarga dirumah tidak kebagian hasil usaha bapak hari ini demi membantu perjuangan santri Ciamis menuntut keadilan.”

Subhanallohh, subhanallohh lisan saya terus membaca tasbih sambil menatap wajah si bapak tak kuat lagi menahan deraian air mata


Kupeluk badan si bapak yang tertegun diam tak bicara hanya air mata yang mewakili kata hati untuk mengungkapkan bongkahan jiwa,
"bapak semoga sodakohnya dibalas Alloh dengan rizqi barokah dan berlimpah " “amiiin amiinn” beliau mengamini ucapan saya


Setelah si bapak yang berhati mulia berpamitan, saya melanjutkan langkah menuju masjid, namun hati masih terus kepikiran yang baru terjadi, ini betul betul cinta sejati yang tumbuh subur diladang iman, ini adalah pengorbanan yang muncul dari benih benih cinta, ini adalah energi terbarukan yang sengaja dihadirkan Alloh untuk menabuh bedug kebangkitan Islam


Tak terasa melangkah sampai juga diteras mesjid Al Irsyad disitu masih berkumpul pengurus DKM dan belasan warga.


Saya menghampiri salah seorang bapak bapak yang sedang berdiri
"pak saya dari atas nama perwakilan kafilah longmarch santri Ciamis menghaturkan terimakasih atas penyambutan penerimaan juga jamuannya semoga semuanya dibalas Alloh, dan insya alloh kita dipertemukan selalu dalam naungan RidloNya...”
“amiiiinn...” serempak semua yang hadir mengamini harapan mulia pada Alloh


Selesai pamitan tiba tiba ibu ibu paruh baya mendekat
"pak kiayi ini makanan dan minuman masih numpuk tolong dibawa semuanya kasihan ibu-ibu yang mau sodakoh"
"iya bu saya bawa, tapi agak bingung dibawa pakai apa”


Sambil melihat ke kiri kanan masjid dari kejauhan adik saya Epung memanggil,, “Ang tunggu..”
“iya ada apa?”
“Saya tinggal sendiri dimobil komando bagaimana? “
“gini aja mobil bawa ke Jakarta terus makanan dan minuman yang bertumpuk diteras masjid angkut semuanya bawa untuk dibagi bagikan ke jamaah yang lain nanti di Jakarta,”
“oohh siap” kata Epung sambil bergegas memarkirkan mobil mendekati teras masjid


Waktu menunjukan pukul 22.30 malam Jumat, perkiraan saya semuanya sudah beres tinggal menuju bis untuk berangkat, namun kejutan-kejutan ternyata belum berakhir, dari arah jalan utama komplek meluncur dua mobil bak terbuka penuh dengan barang bawaan dan berhenti tepat dipelataran masjid


Supir mobil bak menghampiri sambil bertanya
"pak mau tanya siapa kepala kafilah ciamis?? “
“Oohh saya pak, gimana Ada yang bisa dibantu?“ tanya saya,
“begini pak saya dari Masyarakat Ciburuy arah Cianjur, sesungguhnya udah nunggu dari pagi, dikira rombongan mau lewat Cianjur, tapi ternyata engga, logistik udah kadung terkumpul makanya saya nyusul tolong bawa pak untuk mujahid santri Ciamis”


Saya agak lama berfikir tapi akhirnya ucapan terima kasih terucap untuk saudara kita dari Ciburuy, namun bingung juga mau diangkut pakai apa, kiayi Syarip yang lagi duduk istirahat dipanggil untuk diminta pendapatnya, beliau akhirnya memutuskan
"begini aja semua logistik pindahkan ke mobil kecil yang akan ikut sama sama ke Jakarta malam ini"
akhirnya kita semua sepakat dan mobil saudara kita dari Cimahi dan Soreang yang ikut rombongan penuh sesak dengan aneka makanan minuman dan pakaian, subhanallohh walhamdulillah walaa ilaaha illalloh allahu akbar


Lisan tak henti hentinya melafalkan kalimah tasbih tahmid tahlil dan takbir, merenung mentafakuri kekuasaan Alloh yang terjadi malam ini, hati semakin yakin bahwa siapapun orang yang punya niat membela agama Alloh pertolongan Allah pasti akan datang, siapapun orang yang berjihad dijalan Allah maka Alloh akan tunjukan jalanNya dan bagi para pejuang kebenaran jangan pernah bingung dengan urusan rizqi karena Alloh akan datangkan dari arah yang tidak didangka


Handphone berdering
"assalamualaikum pa haji? Saya kordinator bus gimana udah siap berangkat?? “
“Siap pak tunggu saya sekarang menuju bis,”
“oohh iya pa haji siap menunggu komando " kata sopir diujung handphone.


Hanya dua menit berjalan sampailah kita di bis yang sudah menunggu lama, begitu naik semua para santri sudah tertidur pulas kelelahan dan kecapaian mereka terlelap dalam buaian mimpi indah hadirnya pemimpin yang membawa jutaan rakyatnya dalam kedamaian dan kesejahteraan


Saya tidak naik bis karena tidak kebagian kursi jok dan akhirnya numpang dimobil komando, bis bis besar yang membawa rombongan perlahan berjalan keluar komplek kota baru Parahiyangan menunu pintu tol Padalarang.


Ketika duduk dimobil kantuk dan pening menyerang sangat dahsyat, namun handphone berdering kembali,walaupun agak malas tapi mencoba untuk diangkat
"asalamualaikum pak kiayi saya dari Bekasi, masyarakat udah ngumpul di Islamic Centre kira kira jam mampir engga ke bekasi? “
“Waalaikum salam, aduuh afwan mohon maaf pak kayanya kita engga mampir di Bekasi karena waktu sudah tidak memungkinkan lagi"
“oohh begitu ya,, terus ini ada banyak amanah harus kemanakan?” Tanya si bapak diujung handphone,
"pak kalau bapak tidak keberatan bawa aja ke mesjid At-Tin"
“oohh siap saya meluncur malam ini juga ke At-Tin pak, mangga pak “
“jazakumulloh”


Rombongan terus menyusuri jalan tol Cipularang ditengah rintiknya hujan menuju masjid At-Tin Taman Mini.


Jam berapa sampai di At-Tin?

Bersambung...

# ditulis diAlasRoban dalam perjalanan menuju Semarang

(KH. Nonop Hanafi)
Labels: 212, islam, kisah

Terimakasih telah membaca Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 18). Silahkan bagikan...

0 Comment for "Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 18)"

suara21.com. Powered by Blogger.
Back To Top