Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 19)

Sebuah catatan
Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212
Seri 19




Waktu menunjukan pukul 01.30 Dini hari setelah menempuh perjalanan malam tibalah rombongan di masjid Attin


Dipintu masuk mesjid Attin pasukan khusus seragam putih putih dengan sepatu janggel berjejer rapih menyambut kedatangan kafilah Ciamis, pekikan takbir serempak diteriakan para laskar memecah sunyi dan dinginnya malam dijawab Allohu Akbar oleh rombongan dengan suara bergemuruh




Kami semua bersalaman sambil meneteskan air mata suasana gembira bercampur haru menjadi satu seolah olah inilah puncak kesyahduan kedatangan muhaajirin yang disambut kaum anshor dalam membela keagungan Al Quran


Semua rombongan diarahkan memasuki ruangan masjid dilantai satu, didalam suasana ramai sekali karena teman dan sahabat yang berasal dari berbagai daerah ikut gabung di Attin, orang tua santri yang anaknya ikut longmarch berdatangan menemui anaknya memberi semangat


Tim dokter sudah standby untuk penanganan kesehatan santri, dipintu masuk nasi kotak dan aneka makanan siap santap tersedia melimpah ruah shodaqoh dari para dermawan, baju koko dan kain sarung ribuan menumpuk dipojok masjid lantai satu, subhanallohh pemandangan yang sulit digambarkan dan dilukiskan dengan kata kata itu mutlak kuasa Alloh bentuk kasih sayang pada hamba hambanya




Kami semua rebahan dilantai masjid tanpa alas karpet karena lantai mesjid berkarpet hanya ada dilantai dua, tiba tiba ade saya haji Agus Malik yang memimpin rombongan kloter pertama dari Bandung datang menemui,
“Ang baru datang?”
“Iyaa nii ngantuk banget.. Tadi jam berapa anak anak sampai? “ Tanya saya,
“ jam lima sore jawab ade saya,”
“ loh ko lambat ?”
“Begini Ang, tadi kita nunggu lama dikilometer 72 maksudnya agar kita bareng sama sama sampai Jakarta dengan rombongan ke dua..”


Agak lama saya ngobrol dengan ade saya,
“aang tadi di km 72 Ada kejadian juga,”
“kejadian apa?” Tanya saya,
“begini, pas rombongan 15 bus berhenti direst area kita istirahat dimesjid, namun tiba tiba ada seorang bapa bapak menghampiri kami yang lagi tiduran, sibapa bertanya, ‘INI rombongan mau kemana? Ke jakarta pa, mau ngapain?’ Tanya sibapa lagi, mau ikut aksi bela islam pa, jawab saya, sibapa ngoceh sambil berdiri, ngapaiin demo ahok percuma engga ada manfaatnya, Deden Badrul Kamal sebagai korlap, naik pitam dan terpantik emosinya, menyerang sibapa sambil memegang tangan si bapak, ‘heii bapak ngomong apa seenaknya aja’, bentak Deden sambil matanya melotot, sibapa itu menjawab, iya percuma si ahok didemo dia engga akan sadar mestinya dia di kek (sambil isyarah pakai tangan ke lehernya) , ahkirnya saya dan Deden baru nyadar bahwa bapa itu memang pro sama kita semua santri yang menyaksikan drama tersebut bersorak sambil takbiirr”


“Terus waktu sampai di Attin ini ada yang nyambut engga?” Tanya saya pada haji Aguss,
“waaah aang subhanalloh, abah Raod dari GNPF menyambut kita dengan peluk hangat, artis Camelia Malik, Evi Tamala bukan hanya nyambut tapi mereka juga yang menyediakan logistik untuk para santri, wartawan mengerubuti kita seketika lelah cape terobati dengan sambutan hangat yang luar biasa, begitu Ang ceritanya” kata haji Agus menutup obrolan malam Jumat



Waktu menunjukan pukul 03.00 ngantuk menyerang mata pertahanan tubuh mulai ghoyah, tapi dingin sekali malam itu kalau tidur dilantai yang tak berkarpet rasanya engga kuat, saya mencari amparan namun tidak menemukan akhirnya terpaksa tidur beralaskan kardus kardus bekas minuman,


Waktu tidur hanya satu jam adzan Subuh berkumandang, semua bergegas mengambil air wudlu antrinya bukan main, bahkan air ditoilet Attin berhenti mengalir namun tidak lama berselang jalan lagi itu juga bagian pertulungan Alloh bagi Bara santri


Selepas berjamaah Subuh santri dan rombongan berganti baju dengan koko warna putih plus kain sarung baru ditambah sajadah baru semuanya hadiyah dari para dermawan, hehe serasa mau ikutan hari raya Iedul fitri


Wajah wajah lelah itu kini kelihatan sumringah terpancar aura semangat kemenangan menghiasi roman muka dan bibir mereka, kafilah dikomando untuk membereskan semua barang bawaan dan dipersilahkan menuju pelataran masjid untuk sarapan


Saya dan kiayi Ma'sum, kiayi Syarif, kiayi Titing sarapan nasi uduk sebungkus berempat indah nian suasana pada saat itu, pengalaman hidup yang tak mungkin bisa terlupakan, tak lupa saya ambil handphone dari saku baju dan acara makan itu disiarkan live lewat akun facebook, karena begitu banyak audiens dan masyarakat yang menanyakan kondisi pada saat itu


Tepat jam 05.00 kita semua bergegas naik bus menuju tugu Monas sebagai puncak perhelatan Aksi Bela Islam jilid 3 212, apa saja kehebohan dan keajaiban yang terjadi??


Insya alloh akan saya tuangkan dalam bentuk Buku, mudah mudahan cepat terwujud
#salamsemangat
#diketikKetikaBatukMelanda

(KH. Nonop Hanafi)
Labels: 212, islam, kisah

Terimakasih telah membaca Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 19). Silahkan bagikan...

0 Comment for "Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki 212 (Bagian 19)"

suara21.com. Powered by Blogger.
Back To Top